Langsung ke konten utama

SAYA RAGU DENGAN SKEMA TANPA BANK



Mari kita bedah pelan2 perbandingan KPR Bank dengan Skema Tanpa Bank Hasanah Land Group

Asumsi Unit properti syariah terbeli dgn harga Kredit 300 jt
Ilustrasi Alur setelah pembelian :



1. Pembeli nyicil DP 90 jt selama 6 bulan


2. Developer Hasanah Land bangun rumah dan 12 bulan kemudian diserahkan ke pembeli

3. Saat serah terima rumah, situasi nya adalah
~ Dalam 1 tahun, pembeli sudah tempati rumah
~ Dalam 1 tahun, developer baru terima uang 90 jt lebih sedikit (krn ada tambahan angsuran)

4. Setelah serah terima rumah, resiko sekarang pindah ke developer Hasanah Land Group untuk 9 tahun ke depan, yaitu

Sanggup ga pembeli tetap bayar sampe 9 thn lagi?
Jika pembeli ga sanggup, maka developer harus cari cara bersama memikirkan pembeli
Jika rumah nya kebakaran,
Developer kan rugi krn disini ga ada asuransi (haram)
Jika pembeli meninggal, masih sanggup ga istri nya (yang ga bekerja) melanjutkan pembayaran? 
Developer kan rugi karena disini ga ada asuransi (haram)

Kesimpulan
1. Pembeli cuma nanggung resiko 1 tahun
2. Developer Hasanah Land nanggung resiko 9 tahun

Bener nih pembeli mau pakai skema Bank?

Ini ilustrasinya
Jika harga awal kredit 500jt

1. Saat tandatangan KPR Bank, muncul biaya2 yaitu
- Provisi 1% : 5 jt
- Admin 0.1% : 500 rb
- Premi kebakaran : 300 rb
- Premi jiwa : 300 rb
- Appraisal : 400 rb     Total 6.5 jt

2. Anggap 1 tahun angsuran lancar, sdh terbayar 100 jt. Masih kurang bayar 400 jt. Ternyata bulan berikutnya, suami di PHK dan menunggak bayar 10 bln.
Maka:

- Didenda 5%/bln = 25 jt/bln atau 125 juta dlm 10 bulan. Akhirnya hutang nya malah nambah jadi 525 jt.
Tidak sanggup bayar denda? Bank akan melelang dibawah harga pasar.
Ingat kasus Lelang rumah mewah Kades ratusan juta terjual hanya 55 juta???

Sekarang mari kita lihat skema TANPA Bank Hasanah Land
1. Di awal tanda tangan akad Istishna, TIDAK ADA biaya2. Pembeli hemat 6.5 jt
2. Saat terlambat, TIDAK KENA denda 5%/bulan karena RIBA
3. Saat sudah tidak sanggup bayar angsuran Kredit, Developer bersama Pembeli menjual rumah SESUAI HARGA PASAR
Ilustrasi rumah dijual setelah 1 tahun:
- Harga awal Kredit 500 jt
- Pembeli sudah bayar 100 jt
- Masih hutang ke developer HL 400 jt
- Rumah laku 550 juta (Sesuai harga pasar)
Maka
- Developer terima 400 jt
- Pembeli terima 150 jt
 kok malah untung??

Bagaimana kalau debitur KPR BANK setelah bayar 100 jt lalu mau melunasi semuanya?

Ilustrasi
Muncul biaya baru yaitu
- Penalti 2% dr sisa nya : 8 jt
- Biaya Adm : 300 ribu
Total 8.3 jt
Jadi yang dibayar 400 jt + 8.3 jt = 408.3 jt

Di Hasanah Land, TIDAK ADA biaya penalti, karena Pinalti = RIBA.
Sekarang, lebih UNTUNG mana pakai KPR Bank atau TANPA Bank? Jawab yang jujur yaa hehe..

Wassalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAPA PEMINAT KAMPUNG BUAH CIKALONG

Assalamualaikum ikhwah fillah.. Mohon maaf bila dalam beberapa hari admin kurang menyapa yaa.. Karena banyaknya proyek proyek yg sedang digarap dan dipasarkan oleh Hasanah Land.. Mulai dari perumahan, perkebunan hingga apartemen dan tentu saja semuanya berkonsep syariah, tanpa sita tanpa denda dan tanpa bunga.. Alhamdulillah dibulan syawal ini kami berhasil menggelar 2 acara gathering dengan sukses yang dihadiri oleh ratusan kaum muslimin yang mendambakan hunian atau inveatasi berbasis syariah.. Tanggal 15 Juli lalu diadakan gathering ke dua untuk apartemen Hasanah Tower Sentul, apartemen yg mungkin saja dengan konsep syariah pertama di Indonesia. Wah apartemen yang pertama berkonsep syariah yaa?? Berarti apartemen yang sekarang banyak berdiri saat ini pemiliknya pelaku riba dong?? Dosa riba kan nge RIBA nget yaa.. Yaa kecuali yg belinya cash kali yaa hehe.. Kemudian lanjut ditanggal 16 juli diselenggarakan acara gathering perdana perumaha...